Blog Sale!

Thursday, 16 July 2015

Semua item disini adalah ASLI. Post akan terus di update apabila ada item yang mau kujual :)
(klik judul post untuk barang-barangnya)

[Review] Nivea Fruity Shine

Saturday, 7 December 2013

Gw emang pemalas sejati. Cepet banget bosennya, baru juga nulis beberapa entry, udah di telantarin lagi... (yang selalu terjadi dengan blog-blog sebelumnya) Anyway, tanggal 3 kemarin dapet Nivea Fruity Shine dari Yukcoba.in buat di tried & test woo-hoo! The review goes below...




Seperti Cherry, warna yang dominan adalah merah dan ketika tutup di buka, tercium aroma Cherry yang cukup kuat. Wangi nya sedikit mirip rhum, namun ketika di aplikasikan ke bibir, wangi nya nggak bertahan lama. Bisa jadi poin plus buat yang nggak terlalu suka scented balm yang terlalu kuat, tapi buat yang pengen wangi & rasa nya bertahan lama, bisa jadi poin minus.
 

Swatch di tangan



Sebelum & Sesudah pengaplikasian

Warnanya nggak terlalu nge jreng, namun cukup memberikan kilau (sesuai namanya). Cukup melembabkan untuk sehari-hari, tapi tidak terlalu direkomendasikan untuk yang mencari lip balm buat merawat bibir pecah-pecah. Karena warna nya tidak terlalu kelihatan, cocok juga buat ke sekolah :)

Plus:
+ Cukup melembabkan untuk pemakaian sehari-hari
+ Selain bisa melembabkan, memberikan kilau dan warna pada bibir sehingga terlihat lebih cerah
+ Warna natural
+ Harga terjangkau
+ Ada SPF 10

Minus:
- Rasa dan wangi nggak bertahan lama
- Cepat pudar, harus di aplikasikan ulang setiap 3/4 jam sekali, terutama ketika berada di ruangan ber AC/suhu panas terik.
 

[Review] Paula's Choice Skin Balancing Toner

Wednesday, 17 July 2013

Tadi pagi akhirnya sempet nyobain sample toner skin balancing Paula's Choice dari BTI setelah di buru deadline Tugas Akhir....

Anyway, karena gw males fotonya, jadi kalo mau cek-cek-ricek silakan ke website BTI ini sample buat box edisi Juni kemaren.

Pertama kali apply di wajah, langsung gak cocok banget sama wangi nya. Semacam witch hazel tapi kayak ada tambahan lain. Juga terasa agak panas dan nyelekit awalnya. Menurut review, ada yang bilang toner nya bagus, tapi karena baru nyoba sekali, belum keliatan efek apa-apa.

Kalau ditanya mau purchase full size nya? Nope. Ga tahan banget ama baunya.

[Review] BBW : Paris Edition

Tuesday, 16 July 2013

Akhir-akhir ini gw menggilai body care product. Dulu pernah beli Gift Set nya Victoria's Secret, makanya sekarang penasaran ama line nya Bath & Body Works

 Paris Nights & Sweet on Paris travel-sized body lotion

Paris Nights full sized shower gel (gw gak ngerti juga kenapa fotonya begini, padahal udah di rotate...)

Untuk wanginya, silakan googling sendiri ya (ada buanyaaak banget diluar sana, di website BBW juga ada) so I think it's better to just tell about my opinions on these things.

Pertama-tama, gw orangnya nyampur-nyampur (alias random) gw suka girly fragrances, tapi prefer fresh one like lemon, green, sea breeze atau yang kalem semacem lavender/vanilla.

Dan gw cintaaaaaaaa banget ama Sweet on Paris!! Seperti yang gw bilang tadi, gw bukan fans berat girly fragrances tapi si Sweet on Paris ini... susah di deskripsikan! Sweet like its name sih, tapi gak terlalu sweet juga, lebih ke manisnya kue daripada floral. Ada little scent of vanilla, walau yang paling jelas wangi macaron. Di deskripsiin wanginya juga susah, pokoknya kayak mencium wangi miscellanous-flavored macaron. Sedihnya adalah, kenapa yang gw punya adalah travel-sized, karena gw harus pake sesedikit mungkin supaya ga cepet abis hiks.

Sedangkan Paris Nights, wanginya kayak tante-tante. Sorry for harsh words, but it smells so strong, perfect name for the fragrance karena menurut gw ini cocok banget dipakai kalo mau party/dinner, dipakai siang-siang bikin sakit kepala gitu. Kalo lo sexy & edgy, cocok pake ini.

Entah cuma perasaan gw atau gimana, karena banyak orang-orang di FD bilang parfum di produk BBW staying power nya lebih lama daripada VS punya, sedangkan menurut gw kok sebaliknya. Lalu gw semacem bimbang, next mau beli travel size lagi atau full size aja. Gw termasuk orang yang bosenan dan suka mencoba banyak varian, jadi travel size cocok buat gw. Sayangnya harga travel size ga sebanding sama full size, kadang mau nangis juga liat harga travel size mahal banjeeet....

Dan akhirnya gw lebih suka beli yang preloved daripada baru, lumayan kan hehe. Kalo ada yang mau jual preloved nya, hubungin gw aja :)

Tips Mengajukan Judul untuk Tugas Akhir

Tuesday, 19 March 2013

Sebenarnya udah merencanakan nulis ini dari bulan lalu, tapi yah apa boleh buat kadang mood nulis suka datang dan pergi...

Disarankan untuk kalian-kalian yang masih semester awal/pertengahan untuk men-skip post ini saja. Bukannya sombong atau gimana sih, tapi semester awal dan tengah itu bebannya beda sendiri, ntar abis baca ini kepikiran lagi, trus stress... Yaaa tapi terserah sih haha boleh lah, asal untuk tau aja.

List topik yang bisa diambil (ini di kampus saya sih, UBiNus, nggak tau di kampus lain tapi mestinya mirip-mirip)
1. Campaign/Promotion 
a. Commercial
- Promosi produk baru, konser musik, dll
b. Non Commercial
- Kampanye kanker payudara, AIDS, Imunisasi dll.

2. Visual Identity (Corporate Graphic) 
Merancang Ulang Corporate Graphic Perusahaan/Organisasi yang dianggap bermasalah. Contoh : Merancang Ulang Identitas Visual Rumah Sakit, Bandara, Tempat Hiburan, dll.

3. Packaging 
Merancang Ulang Kemasan Produk yang beredar di pasaran atau produk baru.

4. Multimedia/New Media (Web, cd interaktif)
Merancang aplikasi/desain visual di multimedia.

5. Publication Design 
Merancang L/O sebuah majalah/buku.

Kalau mau enak, lebih baik kalian sudah merencanakan topik Tugas Akhir (oh ya ngomong-ngomong kalau di DKV disebut Tugas Akhir bukan Skripsi karena kita memang mengerjakan sebuah project) sebelum magang karena umumnya ilmu yang kalian peroleh pada saat magang akan sangat berguna untuk menyusun project nantinya. Misal, kalian berminat untuk mengambil multimedia sebagai topik Tugas Akhir, carilah lowongan magang di kantor yang mengarah ke New Media design. Atau mau mengambil topik Redesign Corporate Identity, hayuk melamar ke kantor Branding.

Lalu untuk tips khusus agar topik diterima, sebenarnya nggak ada yang spesial, yang penting siapkan topik sebaik-baiknya. Beberapa hal yang saya perhatiin waktu pemilihan judul Tugas Akhir berlangsung:
1. Harus ada masalahnya
Namanya juga desain komunikasi visual, harus ada masalah yang nantinya mesti diselesaikan melalui komunikasi visual. Kalau nggak ada masalah (misal, mau redesign logo tapi logonya udah bagus) apa yang mau diselesaikan? Dan hendaknya masalahnya dapat diselesaikan dalam ranah DKV, jangan mencoba mengajukan masalah "kurangnya penjualan" pada saat pengajuan topik. Lho penjual kan masalah marketing?

2. Siapkan buku referensi sebanyak-banyaknya
Dulu saya disuruh menyiapkan buku min.2 untuk satu topik, jadi siapkanlah minimal 2, jangan sampai kurang apalagi nggak ada. Dosen saya bilang kesediaan buku cukup menentukan apakah topik kamu bisa terpilih atau tidak karena itu menunjukkan kesiapan kamu dalam mendapatkan buku-buku referensi.
Untuk contekan, temen-temen saya dulu bawa semua buku yang ada di rumah/kosan. Bawa aja semuanya, yang penting buku desain :p Buku Color Harmony, tipografi dasar, dibawa semua. Asal masih nyambung ya topiknya, jangan sampe topiknya redesign logo malah bawa buku packaging.

3. Cari topik yang nggak pasaran
Dari tahun ke tahun, selalu ada topik yang sama, misalnya tentang redesign logo museum dan publikasi museum. Atau tentang TransJakarta. Bukannya tak boleh, namun topik-topik yang selalu ada setiap tahun itu membuat peluang kamu untuk diterima topiknya menjadi semakin kecil karena yang kamu ajukan biasanya sudah dilakukan angkatan-angkatan diatas kamu. Publishing (layout buku) juga biasanya kecil kemungkinan untuk diterima (yang lagi hit sekarang bikin layout e-book). Yang biasanya diterima adalah topik redesign logo dan packaging, karena selalu ada terobosan-terobosan baru, baik dalam visual atau bahan yang digunakan.

Intinya, kuasai masalah yang mau kamu ajukan. Usahakan sudah mencari tahu lebih dulu sebelum mengajukan topik dan semangat selalu!

Balada Mahasiswa DKV

Tuesday, 12 February 2013

Sebenernya udah lama banget mau nulis ini, udah setahun lebih cuma mengendap di otak gara-gara terlalu malas nulis (dan saya orang yang gampang bosenan).

DKV sekarang sudah jadi jurusan yang cukup elit (waktu jaman saya dulu juga keliatannya gitu sih), beda kayak jaman 15/20 tahun dulu, dimana orang tua bakal shock berat ketika tau anaknya "Aku mau masuk jurusan seni, Pa/Ma" (karena istilah DKV baru dipakai 10 tahun akhir ini). Pikiran orang tua, mau jadi apa kalau anaknya masuk jurusan seni?

Memang pada jaman dahulu (kita ngomongin yang jadul-jadul dulu ya) pekerjaan dibidang seni dan kreatif bisa dibilang sedikit, bahkan tidak populer. Kesadaran orang akan pentingnya desain (layout) serta makin berkembangnya media memudahkan terjadinya pertukaran informasi serta menaikkan presentase pentingnya advertising di tengah himpitan persaingan yang makin ketat. Jaman sekarang, iklan yang unik tentu akan lebih menarik perhatian. Layout majalah dan internet yang sesuai dengan target market tentu akan lebih mudah diterima. Animasi dan manipulasi foto (baik melalui Photoshop ataupun aplikasi lainnya) seakan sudah menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari. Jadi, apakah kuliah lalu bekerja di bidang desain grafis dapat menjadi sesuatu yang menjanjikan?

Dulu, gw masuk DKV karena melihat dunia DKV kayaknya enak. Dulu gw suka menggambar (doodling) trus katanya jam kerjanya fleksibel, terserah mau masuk jam berapa aja, nggak terikat jam kantor. Trus bisa freelance juga, jadi gw sekalian berpikir jauh ke depan ketika gw udah menikah nanti, bisalah kerja sambilan di rumah.

Ternyata oh ter-nya-ta. Ada beberapa 'mitos' yang bener dan ada yang salah (mitos-mitos ini rencananya pengen dibikin satu post sendiri aja nanti). Intinya, tahun awal gw masuk DKV, gw menyesal. Dari yang dulu suka gambar sekarang jadi benci gambar (walau setelah 3 tahun lebih disini akhirnya gw kebal). Lalu nyaris nggak sanggup tapi gw memutuskan maju terus karena nanggung. Mau keluar juga bingung mau ambil jurusan apa.

Balik lagi ke pertanyaan awal, kuliah di bidang grafis bisa jadi menjanjikan, tergantung bagaimana kamu melakoninya. Sebenarnya sama aja sih kayak kerjaan lain: relatif lah, tergantung orangnya. Walau lulusan desain grafis memiliki kesempatan lebih tinggi untuk nggak ngganggur karena banyak terdapat pekerjaan freelance di luar sana. Pekerjaan memang banyak, tapi sekali lagi, kalau kamu langsung berharap bisa dapet gaji gede begitu fresh grad (seperti kebanyakan lulusan Geologi yang kerja di perusahaan minyak), maka gw cuma mau bilang kalau presentase nya kecil. Memang ada, tapi kamu harus develop style grafis kamu dari jaman kuliah. Nyari klien potensial dan rajin membangun networking dari sebelum lulus.

Jadi, masih mau masuk jurusan desain komunikasi visual?

Oatmeal Scrub

Saturday, 19 January 2013



Beberapa hari yang lalu, si Oma ngasih sebungkus gede Oatmeal, yang ternyata setelah di cek... oalah udah kadaluarsa seminggu yang lalu.

Di buang, sayang. Di makan, apalagi. Karena itulah akhirnya gw mengambil alih itu Oatmeal buat keperluan scrubbing (kemasan 800 gram gitu sayang banget dibuang). Akhirnya hari ini sempet juga itu Oatmeal tersentuh. Gw pake buat scrubbing muka+badan dan sungguh puas dengan hasilnya! Pernah nyoba scrubbing gula ama garam, tapi 2 bahan itu terlalu kasar untuk kulit gw huhuhu. Pernah nyoba pakai beras juga, suka sih wanginya tapi setengah mati ngalusinnya (gw pakai sistem tumbuk-menumbuk karena kalo pake blender gak bisa halus).

Oatmeal scrub ini after-effect nya juga oke. Kulit berasa lembut dan clingcling (atau ini emang efek karena gw lama nggak scrubbing haha).

Buat yang mau bikin, sebenarnya sih terserah mau nambahin bahan-bahan apalagi di dalamnya, tergantung kebutuhan. Bahan-bahan yang gw pakai pas scrubbing tadi:

  • 3 sendok Oatmeal (ini tergantung luas kulit sih sebenarnya)
  • 1 sendok susu bubuk
  • Air Mawar secukupnya (bisa diganti air biasa, tapi mumpung ada air mawar, yasudah dipakai)

Bahannya dicampur jadi satu lalu di balur ke badan. Tunggu sampai kering trus tinggal di gosok deh. Gampang kan?

Tips:
1. Perbandingan Oatmeal sama susu kalau bisa 3:1, karena kala kebanyakan bisa lengket dan susah kering.
2. Bisa buat scrub muka juga, asal jangan terlalu semangat pas gosoknya.