Tips Mengajukan Judul untuk Tugas Akhir

Tuesday, 19 March 2013

Sebenarnya udah merencanakan nulis ini dari bulan lalu, tapi yah apa boleh buat kadang mood nulis suka datang dan pergi...

Disarankan untuk kalian-kalian yang masih semester awal/pertengahan untuk men-skip post ini saja. Bukannya sombong atau gimana sih, tapi semester awal dan tengah itu bebannya beda sendiri, ntar abis baca ini kepikiran lagi, trus stress... Yaaa tapi terserah sih haha boleh lah, asal untuk tau aja.

List topik yang bisa diambil (ini di kampus saya sih, UBiNus, nggak tau di kampus lain tapi mestinya mirip-mirip)
1. Campaign/Promotion 
a. Commercial
- Promosi produk baru, konser musik, dll
b. Non Commercial
- Kampanye kanker payudara, AIDS, Imunisasi dll.

2. Visual Identity (Corporate Graphic) 
Merancang Ulang Corporate Graphic Perusahaan/Organisasi yang dianggap bermasalah. Contoh : Merancang Ulang Identitas Visual Rumah Sakit, Bandara, Tempat Hiburan, dll.

3. Packaging 
Merancang Ulang Kemasan Produk yang beredar di pasaran atau produk baru.

4. Multimedia/New Media (Web, cd interaktif)
Merancang aplikasi/desain visual di multimedia.

5. Publication Design 
Merancang L/O sebuah majalah/buku.

Kalau mau enak, lebih baik kalian sudah merencanakan topik Tugas Akhir (oh ya ngomong-ngomong kalau di DKV disebut Tugas Akhir bukan Skripsi karena kita memang mengerjakan sebuah project) sebelum magang karena umumnya ilmu yang kalian peroleh pada saat magang akan sangat berguna untuk menyusun project nantinya. Misal, kalian berminat untuk mengambil multimedia sebagai topik Tugas Akhir, carilah lowongan magang di kantor yang mengarah ke New Media design. Atau mau mengambil topik Redesign Corporate Identity, hayuk melamar ke kantor Branding.

Lalu untuk tips khusus agar topik diterima, sebenarnya nggak ada yang spesial, yang penting siapkan topik sebaik-baiknya. Beberapa hal yang saya perhatiin waktu pemilihan judul Tugas Akhir berlangsung:
1. Harus ada masalahnya
Namanya juga desain komunikasi visual, harus ada masalah yang nantinya mesti diselesaikan melalui komunikasi visual. Kalau nggak ada masalah (misal, mau redesign logo tapi logonya udah bagus) apa yang mau diselesaikan? Dan hendaknya masalahnya dapat diselesaikan dalam ranah DKV, jangan mencoba mengajukan masalah "kurangnya penjualan" pada saat pengajuan topik. Lho penjual kan masalah marketing?

2. Siapkan buku referensi sebanyak-banyaknya
Dulu saya disuruh menyiapkan buku min.2 untuk satu topik, jadi siapkanlah minimal 2, jangan sampai kurang apalagi nggak ada. Dosen saya bilang kesediaan buku cukup menentukan apakah topik kamu bisa terpilih atau tidak karena itu menunjukkan kesiapan kamu dalam mendapatkan buku-buku referensi.
Untuk contekan, temen-temen saya dulu bawa semua buku yang ada di rumah/kosan. Bawa aja semuanya, yang penting buku desain :p Buku Color Harmony, tipografi dasar, dibawa semua. Asal masih nyambung ya topiknya, jangan sampe topiknya redesign logo malah bawa buku packaging.

3. Cari topik yang nggak pasaran
Dari tahun ke tahun, selalu ada topik yang sama, misalnya tentang redesign logo museum dan publikasi museum. Atau tentang TransJakarta. Bukannya tak boleh, namun topik-topik yang selalu ada setiap tahun itu membuat peluang kamu untuk diterima topiknya menjadi semakin kecil karena yang kamu ajukan biasanya sudah dilakukan angkatan-angkatan diatas kamu. Publishing (layout buku) juga biasanya kecil kemungkinan untuk diterima (yang lagi hit sekarang bikin layout e-book). Yang biasanya diterima adalah topik redesign logo dan packaging, karena selalu ada terobosan-terobosan baru, baik dalam visual atau bahan yang digunakan.

Intinya, kuasai masalah yang mau kamu ajukan. Usahakan sudah mencari tahu lebih dulu sebelum mengajukan topik dan semangat selalu!

0 comments: